Single Blog Title

This is a single blog caption
5 Oct 2021

Mengenal Artificial Intelligence

//
Comments0

Pengertian Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence adalah Ilmu Komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (Komputer) dapat
melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia. Dengan kata lain AI merupakan sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Artificial Intelligence sendiri merupakan teknologi yang memerlukan data untuk dijadikan pengetahuan, sama seperti manusia. Artificial Intelligence membutuhkan pengalaman dan data supaya kecerdasannya bisa lebih baik lagi. Poin penting dalam proses Artificial Intelligence adalah learningreasoning dan self correction. AI perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses belajar AI pun tidak selalu disuruh oleh manusia, melainkan AI akan belajar dengan sendirinya berdasarkan pengalaman AI saat digunakan oleh manusia.

Hal yang cukup menarik dari AI adalah ia mampu melakukan self correction atau mengoreksi diri sendiri. Jika kamu pernah mendengar ungkapan AI “Jika aku tidak pernah menang, maka setidaknya aku tidak boleh kalah” sedikit ngeri juga ya. AI memang diprogram untuk itu terus belajar dan membenahi diri sendiri dari kesalahan yang pernah dibuatnya.

Melalui belajar Programming kamu akan lebih mudah dalam mengetahui dan merperdalam hal – hal yang berkaitan dengan Artificial Intelligence.

Sejarah Artificial Intelligence

Tahun 1950 – an Alan Turing, seorang pionir AI dan ahli matematika Inggris melakukan percobaan Turing (Turing Test) yaitu sebuah komputer melalui terminalnya ditempatkan pada jarak jauh. Di ujung yang satu ada terminal dengan software AI dan diujung lain ada sebuah terminal dengan seorang operator. Operator itu tidak mengetahui kalau di ujung terminal lain dipasang software AI. Mereka berkomunikasi dimana terminal di ujung memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh operator. Dan sang operator itu mengira bahwa ia sedang berkomunikasi dengan operator lainnya yang berada pada terminal lain.Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya bisa berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).

Pada tahun 1960 -an, Departemen Pertahanan dari Amerika Serikat juga memiliki keinginan untuk mengembangkan dan melatih komputer agar memiliki penalaran seperti manusia secara mendasar. Sekitar tahun 1970 -an, proyek DARPA (Defence Advanced Research Project Agency) berhasil menyelesaikan studi kasus mengenai pemetaan jalan. Dan di awal abad ke – 21, tepatnya pada tahun 2003, DARPA juga sukses untuk menghasilkan asisten pribadi cerdas. 

Setelah itu, teknologi AI terus berkembang pesat hingga saat ini masuk pada program yang lebih detail lagi, dengan menerapkan algoritma dari Deep Learning (pembelajaran secara mendalam). Dimana, kecerdasan buatan yang dikembangkan mampu untuk mengerjakan tugas dan memberikan solusi secara lebih kompleks dengan kondisi yang lebih bervariatif.

Kategori Artificial Intelligence

Pengembangan AI sendiri terbagi menjadi 2 kategori berdasarkan alokasi penggunaannya, yaitu Weak dan Strong AI.

1. Lemah

Untuk Weak AI sering disebut dengan kecerdasan buatan sempit yang berarti, sistem AI yang dibuat dan dilatih untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu saja. Contohnya, asisten pribadi virtual seperti Apple Siri, Amazon Alexa, Google Assistant dan lain sebagainya.

2. Kuat

Kategori Kedua termasuk ke dalam kecerdasan buatan umum atau Strong AI, yang berarti sistem AI dengan kemampuan kognitif (pengetahuan) manusia secara umum (common). Contoh dari penerapan kategori ini adalah sistem rekomendasi dalam eCommerce, media sosial, dan contoh yang lainnya. Dimana, algoritma tersebut mampu untuk memberikan request hasil pencarian dari user saat mengakses aplikasi atau website dalam internet.

Jenis – Jenis Artificial Intelligence

Berikut pembahasan mengenai Jenis – Jenis Artificial Intelligence.

1. Neural AI

Jenis pertama ini sangat populer di kalangan ilmuwan komputer pada tahun 1980 -an. Neural AI merupakan sistem pengetahuan yang tidak direpresentasikan ke dalam bentuk simbol, namun lebih pada bentuk neuron buatan seperti otak yang telah direkonstruksi dengan baik.

Kemudian, pengetahuan yang telah terkumpul akan dipecah menjadi bagian – bagian yang lebih kecil dan nantinya akan dihubungkan ke dalam sebuah kelompok. Pendekatan ini dikenal dengan sebutan metode bottom-up dan bekerja dari bawah. Jadi, sistem saraf harus dilatih supaya bisa mengumpulkan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang lebih banyak.

2. Neural Network

Jenis kedua yaitu Neural Network, merupakan jenis sistem yang diatur ke dalam suatu lapisan yang saling terhubung satu sama lain melalui simulasi. Input disini merupakan lapisan paling atas yang memiliki fungsi sama dengan sensor.

 Setidaknya, terdapat dua sistem atau lebih dalam kumpulan sistem yang lebih besar tersusun secara hierarki. Lapisan tersebut yang nantinya akan mengirim dan mengklasifikasikan sebuah informasi melewati koneksi.

3. Symbol-Manipulating AI

Jenis yang terakhir, merupakan sistem AI yang bekerja dengan simbol abstrak. Jenis ini termasuk dalam perancangan yang membutuhkan banyak eksperimen atau percobaan. Inti dari tahap eksperimennya untuk menguji sistem kecerdasan manusia yang direkonstruksi pada tingkat yang lebih terstruktur dan logis.

Dan kemudian, informasi yang diperoleh akan bekerja dengan simbol yang nantinya akan dibaca oleh pengembang (developer). Dimana, koneksi yang terbentuk bersifat abstrak dan hasil kesimpulannya logis. 

Cara Kerja Artificial Intelligence

Cara kerja dari Artificial Intelligence menggabungkan dari sejumlah data, algoritma cerdas, pengolahan sistem yang berulang, serta memungkinan sebuah perangkat lunak untuk belajar secara otomatis mengikuti pola dan fitur yang ada.

Terdapat beberapa bidang studi luas dengan cakupan teori, metode, model dari sebuah Artificial Intelligence, yang meliputi: pembelajaran mesin, jaringan neural, deep learningcognitive computationcomputer vision (visi komputer), dan pemrosesan bahasa ilmiah.

Selain itu, AI juga dapat dikembangkan untuk mendukung sistem seperti unit pemrosesan grafis, algoritma lanjutan, internet of things, hingga API atau lebih dikenal dengan antarmuka pemrosesan aplikasi. Dan yang sangat populer akhir – akhir ini, pengembangan dari teknologi berbasis Machine Learning yang telah menerapkan kecerdasan buatan sebagai komponen penting.

Penerapan Artificial Intelligence

Berikut merupakan Penerapan Artificial Intelligence dalam Kehidupan sehari-hari.

1. Asisten Virtual

Terdapat banyak sekali contoh platform atau perangkat keras yang menyediakan teknologi berbasis asisten virtual ini, misalnya saja Google Assistant, Amazon Alexa, Siri, dan lain – lain. Tugas dari asisten virtual ini adalah mampu untuk mencatat setiap informasi yang anda butuhkan, serta memberikan informasi berkaitan dengan waktu acara anda.

Selain itu, asisten virtual juga dapat digunakan untuk memutar musik, mengirim pesan, membuka aplikasi, dan fitur advanced yang lainnya. Dan fitur yang paling menarik adalah kemampuan dalam mengetahui apa yang anda suka serta memberikan rekomendasi konten yang sering anda tonton atau akses di dalam internet.

2. Deepface Facebook

Contoh yang kedua, dikembangkan oleh perusahaan raksasa Facebook dimana memiliki fitur untuk mendeteksi dan mengenali wajah pada postingan foto. Dengan teknologi ini, anda tidak perlu bersusah payah menandai foto secara manual. AI dapat mengenali wajah berdasarkan data yang berhasil diperoleh, yang mana berasal dari rekomendasi atau saran ketika anda menyetujui sebuah foto yang berhasil diberi tanda.

3. E-Commerce

Contoh Implementasi yang ketiga ini banyak anda temui ketiga melakukan sebuah transaksi jual beli secara online melalui situs atau platform marketplace. Apakah anda menyadari ketika anda melihat – lihat produk, pada beberapa saat akan muncul hasil pencarian rekomendasi dari produk yang telah anda cari.

Nah, itu merupakan hasil dari pengamatan yang dilakukan oleh AI untuk membantu anda dalam mencari informasi produk atau barang yang anda butuhkan saat ini. Konsep dari pencarian tersebut berasal dari data mining yang berhasil diterapkan pada kecerdasan buatan.

4. Bisnis Manufaktur dan Retail

Untuk penerapan pada bisnis manufaktur lebih banyak berkaitan dengan penggunaan Internet of Things (IoT), yang mana dapat menganalisis data pabrik secara lebih cepat. Dengan jaringan yang terhubung dengan internet, mampu untuk memberikan pembelajaran secara mendalam dengan menggunakan data yang terstruktur.

Untuk bisnis retail sendiri, AI telah menyediakan kemampuan dalam belanja secara virtual yang menawarkan hasil rekomendasi yang dipersonalisasi. Selain itu juga mendiskusikan opsi pembelian dengan konsumen, pengelolaan stok dan tata letak situs yang lebih optimal.

5. Layanan Kesehatan dan Perbankan

Dalam bidang kesehatan, artificial intelligence juga berperan dalam memberikan pengobatan dan pembacaan sinar X yang dipersonalisasikan. Asisten pribadi juga dapat berperan sebagai pengingat untuk selalu meminum obat secara teratur, serta berolahraga dengan rutin.

Terkait dengan bidang perbankan, juga dapat membantu dalam mengidentifikasi proses transaksi yang memungkinkan terjadinya tindakan penipuan, serta dapat mengotomasi tugas dalam pengelolaan data nasabah secara efisien.

6. Robotika

 Contoh yang terakhir merupakan pengembangan dalam industri robot. Tentunya, pengembangan robot lebih dikhususkan untuk membantu pekerjaan manusia supaya lebih cepat dan optimal. Penerapan robotika juga telah diimplementasikan ke dalam pembuatan jalur perakitan untuk produksi mobil oleh NASA yang membantu memindahkan objek besar di luar angkasa

Leave a Reply

×

Konsultasikan dengan kami

Kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai pelatihan kami

× Ada pertanyaan?